Rabu, 09 Februari 2011

Momen-Momen Terbaik Piala Asia 2011 Versi FIFA

Logo FIFA/dok. SOCCER
Perhelatan Piala Asia 2011 telah berakhir pada akhir pekan lalu. Kompetisi tertinggi benua Asia itu telah menasbihkan Jepang sebagai jawaranya.
Namun, tidak hanya laga final antara Jepang kontra Australia yang berlangsung menarik. Dalam situs resmi FIFA, dipilih 10 momen terbaik dari kejuaraan yang berlangsung di Qatar itu. (JoPauline)
Berikut momen-momen terbaik pilihan FIFA:
1. Antiklimaks dari Iran
Menang tiga kali beruntun di putaran grup, Iran justru harus menelan kekalahan 0-1 dari Korea Selatan pada babak perempatfinal melalui gol Yoon Bit-Garam.
2. Bakaev Loloskan Uzbekistan ke Perempatfinal
Uzbekistan muncul sebagai tim dengan performa terbaik hingga sebelum dikalahkan 0-6 oleh Australia. Dua gol Ulugbek Bakaev ke gawang Yordania meloloskan Uzbekistan ke 4-Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
3. Arab Saudi Babak Belur
Menjadi tim yang biasanya diunggulkan, Arab Saudi justru menampilkan performa buruk di Piala Asia kali ini. Kalah dalam dua pertandingan pembuka melawan Suriah dan Yordania, Arab Saudi juga harus mengakui kekalahan telak 0-5 dari Jepang.
4. Banjir Air Mata
Empat tahun lalu para pemain Irak meneteskan air mata ketika berhasil menjadi juara Piala Asia. Namun, di tahun ini mereka harus kembali meneteskan air mata dengan alasan yang berbeda. Kalah dari Australia pada perempatfinal hanya karena satu gol yang terlahir di babak perpanjangan waktu.
5. Bintang Korsel
walau kalah menyedihkan karena gagal penalti pada semifinal melawan Jepang, Korea Selatan nyatanya berhasil menggali potensi pemain mudanya, Koo Ja-Chael. Koo JC berhasil mencetak empat gol pada fase grup dan menambah koleksi golnya menjadi lima saat melawan Uzbekistan.
6. Abdullatif Tak Terhentikan
Bahrain memang tak lolos dari putaran grup Piala Asia kali ini. Namun, penyerang Ismaeel Abdullatif berhasil membuat catatan impresif tersendiri. Saat melawan India, striker 24 tahun itu mencetak empat gol dan menyamai prestasi legenda Iran, Ali Daei yang juga menciptakan jumlah gol yang sama di Piala Asia 1996.
7. Akhir Era Generasi Emas Korsel
Kemenangan 3-2 atas Uzbekistan dalam perebutan tempat ketiga adalah catatan manis terakhir Lee Young-Pyo bersama Taeguk Warriors. Usai Piala Asia 2011, ia menyatakan mundur dari timnas. Begitu pula dengan pemain Manchester United, Park Ji-Sung.
8. Kekompakan Jepang
Timnas Jepang tak hanya kompak di dalam lapangan. Kekompakan itu juga terlihat dalam selebrasinya. Empat pemain Jepang absen dalam partai final dan harus pulang karena cedera. Namun, mereka tak melupakan rekan-rekan setimnya itu. Saat selebrasi, para pemain melambaikan seragam para pemain yang absen sebagai tanda penghargaan.
9. Sinar Honda
Keisuke Honda berhasil menjaga performanya dengan cukup gemilang. Terbukti dengan terpilihnya ia sebagai Pemain Terbaik Piala Asia 2011. Gelandang serang CSKA Moscow ini pun mendapat julukan baru "Mesin Honda".
10. Pujian Pelatih Australia
Tak semua pelatih masih mau memuji timnya yang kalah. Tapi, lain cerita dengan Holger Osieck. Walau kalah di partai final, ia tetap memuji The Socceroos karena hanya kebobolan dua gol dalam turnamen ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar